16 May 2022 10:19 WIB

Causes Of Squeaky Belt

The belt on a car is an important component. Because, with the belt, accessories attached to the engine such as alternators, hydraulic pulleys, and others will run properly.

However, belts often make a squeaky sound when operating. This is very reasonable considering their main material is made out of rubber to be able to get traction on the pulley, such as Forceum tyres getting high traction to the road surface.

But, of course, there is a cause until the belt causes a squeaky sound. Here are some of the most common causes.

1. Loose

A loose belt will produce a squeaking noise due to improper installation, or when you use other belts that may not be suitable for the car. This is because there is a slip and consequently produces a squeaky noise.

2. Tensioner

The goal of the tensioner is to give tension to the belt to make sure it is always tight. Sometimes, the tensioner is not tight and makes the belt loose.

3. Alignment

The belt should be in one straight line. Otherwise, there will automatically be a large slip and slip can make the belt break prematurely. So, always make sure the entire pulley is in one straight line.

 

Indonesia 

Belt pada mobil adalah suatu komponen yang penting. Karena, dengan belt, aksesoris yang menempel pada mesin seperti alternator, pulley hidrolik, dan lain-lain akan berjalan.

Namun, belt seringkali menimbulkan suara decitan ketika berputar. Hal ini sangat wajar mengingat material utama mereka yang terbuat dari karet untuk bisa mendapatkan traksi pada pulley, seperti ban Forceum mendapatkan traksi tinggi ke permukaan jalan.

Tapi, tentunya ada penyebab hingga belt menyebabkan suara decitan. Inilah beberapa alasan yang biasa terjadi.

1. Kendor

Belt yang kendor akan menghasilkan suara decitan karena pemasangan yang kurang presisi, maupun menggunakan belt lain yang mungkin kurang pas untuk mobil. Hal ini karena terjadi slip dan alhasil menghasilkan suara decitan.

2. Tensioner

Tujuan tensioner adalah memberikan tensi kepada belt untuk memastikannya selalu kencang. Terkadang, tensioner tidak kencang dan membuat belt menjadi kendor.

3. Alignment

Belt harus berada pada satu garis lurus. Jika tidak, otomatis akan terjadi slip dan slip yang besar bisa membuat belt putus prematur. Sehingga, selalu pastikan seluruh pulley berada pada satu garis lurus.

Share