27 February 2026 18:00 WIB

Shaking Your Car While Filling Up with Gasoline: Necessary or Dangerous?

Filling up with gasoline is a simple routine for most drivers. However, behind this habit, there are still old myths that persist. One of them is the assumption that shaking your car while filling up with fuel can make the tank fill up more completely. This practice is still often seen at gas stations, either done by the vehicle owner themselves or with the help of an attendant.

Many believe that shaking the car helps release trapped air in the tank, allowing more fuel to enter. While this sounds logical in theory, the reality is different. Modern vehicles are equipped with a tank ventilation system that automatically regulates air pressure during the fueling process.

As gasoline enters, the air inside the tank will escape through the ventilation system. This means that there is no need to force the air out manually, especially by shaking the vehicle. In addition, modern gas pumps are also equipped with an automatic cut-off system. This system will stop the flow of gasoline once the tank reaches a safe capacity, preventing the risk of overfilling without the need for additional intervention.

Instead of providing benefits, rocking the car during refueling actually has the potential to cause risks. Vibrations can make the nozzle unstable, increasing the possibility of gasoline spillage. Considering that gasoline is a flammable substance, this condition is certainly dangerous, especially in gas stations that have high safety standards.

Not only that, unnecessary movement can also put additional pressure on components such as the fuel hose and tank cap. In the long run, this has the potential to cause minor damage or even leaks in the fuel system. The risk is small, but it is still not worth the benefit because, basically, there is no real benefit to this habit.

To maintain vehicle safety and performance, refueling should be done according to standard procedures. Ensure the engine is turned off before refueling begins, and avoid using cell phones at gas stations. Use the type of fuel recommended by the manufacturer, which is usually indicated on the fuel cap or in the vehicle manual.

When refueling, position the nozzle steadily and allow the automatic cut-off system to work as intended. After refueling is complete, remove the nozzle slowly and ensure that no fuel is dripping before closing the tank again. This simple step is important for maintaining safety and protecting vehicle components.

With increasingly sophisticated modern vehicle technology, the myth of rocking the car while refueling is no longer relevant. In fact, following the correct refueling procedure is the best way to maintain safety, prevent damage, and ensure that the vehicle remains in optimal condition at all times.

 

Indonesia

 

Menggoyangkan Mobil Saat Isi BBM, Perlu atau Malah Berbahaya?

 

Mengisi bensin adalah rutinitas sederhana bagi sebagian besar pengendara. Namun, di balik kebiasaan ini, masih ada mitos lama yang terus bertahan. Salah satunya adalah anggapan bahwa menggoyangkan mobil saat pengisian bahan bakar bisa membuat tangki terisi lebih penuh. Praktik ini bahkan masih sering terlihat di SPBU, baik dilakukan sendiri oleh pemilik kendaraan maupun dibantu petugas.

Banyak yang percaya, menggoyangkan mobil membantu mengeluarkan udara yang terjebak di dalam tangki, sehingga bensin bisa masuk lebih banyak. Secara teori terdengar masuk akal, tapi faktanya tidak begitu. Kendaraan modern sudah dibekali sistem ventilasi tangki yang secara otomatis mengatur tekanan udara selama proses pengisian berlangsung.

Saat bensin masuk, udara di dalam tangki akan keluar melalui jalur ventilasi tersebut. Artinya, tidak ada udara yang perlu dipaksa keluar secara manual, apalagi dengan cara menggoyangkan kendaraan. Selain itu, pompa bensin masa kini juga sudah dilengkapi sistem cut-off otomatis. Sistem ini akan menghentikan aliran bensin begitu tangki mencapai kapasitas aman, sehingga risiko overfill bisa dicegah tanpa perlu intervensi tambahan.

Alih-alih memberi manfaat, menggoyangkan mobil saat pengisian justru berpotensi menimbulkan risiko. Getaran bisa membuat posisi nozzle tidak stabil, sehingga meningkatkan kemungkinan bensin tumpah. Mengingat bensin adalah zat yang mudah terbakar, kondisi ini tentu berbahaya, terutama di area SPBU yang memiliki standar keselamatan tinggi.

Tidak hanya itu, gerakan yang tidak perlu juga dapat memberi tekanan tambahan pada komponen seperti selang pengisian dan tutup tangki. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi memicu kerusakan ringan atau bahkan kebocoran pada sistem bahan bakar. Risiko kecil memang, tapi tetap tidak sebanding dengan manfaat karena pada dasarnya, tidak ada manfaat nyata dari kebiasaan tersebut.

Untuk menjaga keselamatan dan performa kendaraan, pengisian bensin sebaiknya dilakukan sesuai prosedur standar. Pastikan mesin dalam kondisi mati sebelum pengisian dimulai, dan hindari penggunaan ponsel di area SPBU. Gunakan jenis bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan, yang biasanya tertera pada tutup tangki atau buku manual kendaraan.

Saat mengisi, posisikan nozzle dengan stabil dan biarkan sistem cut-off otomatis bekerja sebagaimana mestinya. Setelah pengisian selesai, lepaskan nozzle secara perlahan dan pastikan tidak ada bahan bakar yang menetes sebelum menutup kembali tangki. Langkah sederhana ini penting untuk menjaga keamanan sekaligus melindungi komponen kendaraan.

Dengan teknologi kendaraan modern yang semakin canggih, mitos menggoyangkan mobil saat isi bensin sudah tidak relevan lagi. Justru, mengikuti prosedur pengisian yang benar adalah cara terbaik untuk menjaga keselamatan, mencegah kerusakan, dan memastikan kendaraan tetap dalam kondisi optimal setiap saat.

Share